Sudah bersiap ingin berenang di hari minggu. Dalam hitungan menit langsung mendung dan hujan turun deras. Pernah mengalami hal yang seperti ini? Kami yakin Anda kesal. Tapi mari berteduh sejenak. Kita perlu memikirkan bagaimana cara merawat kolam renang musim hujan agar airnya tidak cepat rusak dan mesin tetap awet.
Kami akan bantu jelaskan apa saja yang perlu Anda lakukan dan hal apa yang perlu di ingat. Air hujan yang masuk ke dalam kolam membawa zat asam dan kotoran dari udara yang bisa merusak keseimbangan kimia air. Simak penjelasan di bawah sambil menunggu hujannya reda agar Anda tahu langkah yang tepat untuk mengatasinya.
4 Cara Merawat Kolam Renang Saat Musim Hujan, Jangan di Abaikan
Proses maintenance kolam renang saat cuaca sedang tidak menentu memang membutuhkan perhatian lebih. Jika di biarkan begitu saja, air yang tadinya jernih bisa berubah menjadi hijau atau keruh hanya dalam hitungan hari.

Berikut adalah langkah-langkah yang kami sarankan:
1. Persiapan Sebelum Hujan Lebat
Sebelum badai datang, sebaiknya lakukan langkah pencegahan. Menjaga kolam tetap aman dari luapan air akan mempermudah pekerjaan Anda setelah cuaca cerah kembali.
- Turunkan Volume Air: Jika prakiraan cuaca menunjukkan hujan badai, kurangi ketinggian air sekitar 10–15 cm. Ini mencegah air meluap yang bisa merusak sistem drainase di sekitar kolam.
- Naikkan Kadar Klorin: Tambahkan sedikit klorin lebih banyak dari biasanya sebagai cadangan untuk melawan bakteri yang di bawa air hujan.
2. Pembersihan Segera Setelah Hujan
Begitu hujan berhenti, jangan menunda untuk membuang kotoran fisik. Semakin lama kotoran mengendap, semakin sulit air di kembalikan ke kondisi jernih.
- Bersihkan Sampah Organik: Gunakan jaring daun (leaf skimmer) untuk mengambil daun atau ranting yang masuk. Jika di biarkan, sampah ini akan membusuk dan memicu pertumbuhan alga.
- Cek Skimmer & Basket Pompa: Pastikan keranjang skimmer tidak penuh sampah agar sirkulasi air tetap lancar dan pompa tidak cepat rusak akibat beban kerja yang berat.
- Sikat Dinding Kolam: Sikat dinding dan lantai kolam untuk merontokkan spora alga yang mungkin menempel akibat spora yang terbawa angin dan hujan.
3. Menyeimbangkan Kimia Air
Keseimbangan air adalah kunci kesehatan kolam. Air hujan cenderung bersifat asam yang dapat merusak kualitas air secara drastis dalam waktu singkat.
- Cek Kadar pH & Klorin: Gunakan test kit kolam renang untuk memastikan pH berada di angka ideal 7.2 – 7.6. Kondisi pH yang tidak stabil bisa menyebabkan korosi pada alat kolam.
- Lakukan Shocking: Sangat di sarankan melakukan Shock Treatment (pemberian klorin dosis tinggi) setelah hujan reda untuk membunuh kontaminan secara instan.
- Gunakan Algaecide: Tambahkan obat anti lumut (algaecide) untuk mencegah air berubah jadi hijau atau berlendir.
4. Mengoptimalkan Filtrasi
Sistem filtrasi harus bekerja ekstra keras saat musim hujan. Kami menyarankan untuk membiarkan mesin bekerja lebih lama agar penyaringan partikel halus berjalan maksimal.
- Nyalakan Pompa Lebih Lama: Biarkan sistem filtrasi berjalan selama 12–24 jam nonstop setelah hujan besar untuk menyaring debu halus dan meratakan obat kimia yang baru di masukkan.
- Backwash Filter: Jika tekanan pada tangki filter naik, segera lakukan backwash atau pembersihan filter agar penyaringan kembali maksimal.
Berlokasi di Alam Sutera atau wilayah sekitarnya? Mitra Karya Utama Pool juga menyediakan jasa perawatan kolam renang Alam Sutera. Layanan profesional kini bisa di panggil dengan mudah ke lokasi Anda.
Hal yang Sebaiknya Tidak di Lakukan Saat Perawatan Kolam Renang
Terkadang, niat baik untuk merawat justru bisa merugikan jika caranya salah. Apakah Anda tahu ada beberapa hal yang terlihat benar tapi sebenarnya merugikan konstruksi dan kualitas air kolam?

- Jangan Mematikan Pompa Terlalu Lama: Meskipun hujan deras, jangan biarkan air kolam “diam”. Air yang statis saat hujan adalah resep instan buat pertumbuhan alga. Tetap nyalakan sistem sirkulasi agar bahan kimia tetap tercampur merata.
- Jangan Menutup Kolam dengan Cover Plastik Biasa: Jangan pakai terpal plastik yang tidak kuat. Jika air hujan menggenang di atas cover, beratnya bisa merusak struktur pinggiran kolam atau malah membuat kotoran tumpah semua ke dalam kolam sekaligus.
- Jangan Menunda Pembersihan Sampah Organik: Jangan tunggu sampai hujan berhenti berhari-hari baru menyerok daun. Daun yang tenggelam akan membusuk dan meninggalkan noda (staining) di lantai kolam yang sangat sulit di hilangkan.
- Jangan Menambahkan Bahan Kimia Saat Hujan Deras: Bahan kimia akan langsung terencerkan (diluted) dan terbuang lewat overflow. Tunggu hujan sedikit reda sebelum melakukan balancing pH atau klorin.
- Jangan Menguras Kolam Total (Draining): Saat musim hujan, permukaan air tanah meningkat. Jika kolam kosong, tekanan air tanah bisa menyebabkan struktur kolam retak atau terangkat (popping). Selalu sisakan setidaknya 3/4 air.
Butuh Bantuan? Hubungi Mitra Karya Utama Pool
Merawat kolam renang saat musim hujan memang cukup melelahkan jika di lakukan sendirian. Kami hadir memberikan solusi bagi Anda yang ingin kolamnya tetap jernih tanpa harus repot menyikat setiap hari.
Layanan jasa perawatan kolam renang mencakup penjernihan air pasca badai hingga pengecekan mesin secara berkala. Apakah Anda butuh bantuan untuk menjernihkan kembali kolam yang sudah telanjur hijau? Segera hubungi Mitra Karya Utama Pool, kami siap membantu!
FAQ
Mengapa air kolam saya tetap keruh meski sudah di beri obat?
Kemungkinan besar karena sistem filtrasi Anda jenuh atau kadar pH air belum seimbang. Air hujan yang asam menetralkan kerja klorin, sehingga Anda perlu menyeimbangkan pH terlebih dahulu sebelum melakukan penjernihan.
Apakah perlu menambahkan bahan kimia setelah hujan reda?
Jangan terburu-buru, lakukan pengujian dengan test kit terlebih dahulu. Perhatikan juga kondisi cuaca, hanya tambahkan bahan kimia sesuai takaran setelah Anda cukup yakin hujan sudah benar-benar berhenti.

